Menjadi Diri Sendiri
Menjadi Diri Sendiri
Amel memang gadis yang sangat ceria, ia selalu terlihat antusias, penuh senyum, dan sangat mudah membuat suasana menjadi menyenangkan. Kadang Shila heran, bagaimana bisa manusia tertawa setiap saat dia mau? Dari mana ia mendapatkan energi sebanyak itu?
Akan tetapi Shila sadar, Amel tidak mungkin bahagia setiap saat. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini, baik kebahagiaan maupun kesedihan. Amel pasti pernah punya masalah dan bersedih, mungkin juga menangis.
Bisa jadi saat ini gadis itu juga memiliki masalah, namun menutupi kesedihannya dengan tertawa. Shila kagum dengan teman sekelasnya itu. Shila ingin sekali bisa seperti Amel. Shila ingin semua temannya senang karena keberadaannya seperti itu.
Tapi sedihnya, sifat Shila sangat berbeda dengan Amel. Saat senang tidak ada masalah saja, Shila tidak bisa tampak seceria itu. Ia tidak bisa menjadi menyenangkan dan membuat suasana seru. Sebenarnya, Shila pernah mencoba seperti Amel.
Ia mencoba jadi lebih banyak senyum, tertawa, dan bicara. Namun, itu malah membuat Shila sangat lelah. Ia tak sanggup melakukannya. Kemudian, ia menceritakan ini ke kakak laki-lakinya, Kak Kenan.
klik66 - Kak Kenan berkata bahwa tidak ada gunanya berusaha menjadi orang lain. Itu hanya membuat lelah, sebab itu bukanlah jati diri kita yang sebenarnya. Kak Kenan juga bilang bahwa dalam kehidupan ini Tuhan sudah memberi tiap manusia perannya masing-masing.
Itulah mengapa manusia itu berbeda-beda. Katanya, kalau semua orang sama tentu dunia ini akan kacau. Jika semua orang pendiam, maka dunia ini akan sunyi. Jika semua orang cerewet, maka tidak ada yang mau mendengar dan hanya mau bicara.
Jika semua orang pintar sains, maka tidak ada yang mengatasi permasalahan sosial. Jika semua orang pintar bersosial, maka tidak ada yang mengatasi masalah biologis makhluk hidup. Jadi, kita semua berbeda untuk saling melengkapi.
Kakak laki-lakinya itu juga memberitahunya, tidak perlu untuk terlalu bekerja keras membuat semua orang bahagia. Karena itu tidak mungkin. Kak Kenan menasihatinya untuk membahagiakan diri sendiri dan orang-orang terdekatnya saja.
Orang-orang yang memang berarti untuk Shila. Orang-orang yang memang telah mengusahakan kebahagiaan Shila. Ucapan Kak Kenan membuat Shila sadar, itu memang benar. Jadi, lebih baik Shila terus menjadi dirinya sendiri yang apa adanya
Suatu hari, sekelompok orang dari desa pergi ke tempat orang bijak dan mengeluhkan persoalan yang sama berulang kali. Orang bijak tersebut menghibur para orang desa itu dengan lelucon yang membuat mereka tertawa.
Setelah beberapa kali kunjungan, orang bijak tersebut terus menceritakan lelucon yang sama lagi. Akan tetapi, rupanya para orang dari desa tak lagi tertawa dan hanya merespon dengan senyum.
klik66 - Orang bijak itu akhirnya ikut tersenyum pada mereka dan berkata, “bila kalian tidak bisa tertawa dengan lelucon yang sama berulang kali, mengapa kalian bisa terus mengeluh dengan persoalan yang sama”
Nasehat yang ingin disampaikan sang orang bijak ialah bahwa sulit merasakan kegembiraan pada suatu hal yang sama berulang kali. Oleh karena itu, tidak ada gunanya mengeluhkan hal yang sama pula berulang kali.
Sebab, itu hanya membuat hidup terasa lebih sulit. Berhenti menghabiskan waktu untuk terus mengeluh, karena itu tidak ada manfaatnya. Mengeluh sesekali saja dan terus berusaha yang terbaik untuk hidup ini

Comments
Post a Comment